Raditya Dika Mengundurkan Diri dari Film Menculik Miyabi

Buat Raditya Dika,

Gue acungin jempol buat loe. Akhirnya loe membuat keputusan yang bijaksana. Walaupun uang sempat menutup dan menghalangi hati nurani lo cukup lama, tapi lebih baik sekarang daripada tidak sama sekali.

Gue udah berkali-kali menekankan, kalo gue sama temen-temen yang menulis disiini juga manusia biasa yang sama seperti loe. Kalo gue sendiri berumur 26 tahun, kurang lebih sama seperti loe kan? Gue disini bukan berusaha jadi orang suci yang dibilang orang-orang sok munafik. Gue pernah 2-3 kali nonton aksi Miyabi tapi untungnya gue kaga ngefans sama die. Menurut gue masih banyak yg lebih cantik, menarik dan lebih pantas diidolakan daripada mengidolakan Miyabi yang pastinya bukan seorang yang bermoral. Gue pun mengasihani dan bersimpati terhadap orang-orang yang terbutakan hati nuraninya, memuja, mengidolakan seorang bintang porno who spreads her legs for living. Ga ada yang laen apa???

Kita disini bukan membenci elo, tapi kita hanya tidak mau elo ikut-ikutan mereka merusak bangsa kita yang sedang rapuh-rapuhnya ini, terutama adik-adik dan anak-anak kita yang masih kecil. Untuk kedepannya gue harap kita bisa sama-sama menjadi Blogger Indonesia yang peduli terhadap bangsa ini. Andai kata, loe tidak peduli terhadap bangsa ini pun, gue harap loe tidak berusaha untuk merusaknya (lagi!).

Dibawah ini adalah sepenggal tulisan dari Raditya Dika yang telah memberikan konfirmasi bahwa dirinya telah mundur dan tidak lagi terlibat dengan produksi film Menculik Miyabi

Akhir kata, SALUT untuk Raditya Dika

Sebuah konfirmasi:

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tahu tentang rencana penggarapan film “Menculik Miyabi”, sebuah film oleh Maxima Pictures. Dari awal pembentukan ide ini, gue didaulat sebagai penulis naskah (scriptwriter) dan pemeran utama untuk film tersebut. Gue rasa ini akan menjadi film yang cerdas, lucu, dan komedik tanpa harus ada unsur porno sedikit pun. Tadinya gue berpikir seperti itu.

Namun, pada perkembangannya, banyak kontroversi yang ada di dalam masyarakat. Banyak yang menolak, banyak yang menentang, terutama dari FPI dan MUI. Gue pribadi, sebagai penulis naskah yang merasa karya gue tidak akan jorok dan porno (gue sendiri gak suka komedi seks yang ada marak di bioskop Indonesia), gue maju dengan idealisme gue untuk membuat film komedi dengan Miyabi tanpa harus porno-pornoan.

Membaca komentar orang-orang, terutama dari orangtua gue, keluarga, dan bahkan dari beberapa situs yang menentang seperti Komisi Pencekalan Miyabi, gue jadi memikirkan ulang atas keterlibatan gue di film ini. Semua hal ini membuat gue jadi berpikir tentang pembaca gue, yang masih anak SMP, SMA, bahkan anak SD, yang mungkin saja membaca buku gue dan ingin tahu project gue selanjutnya dan malah secara “tidak sengaja” berkenalan dengan Miyabi karena gue lagi menggarap film tersebut. Tekanan tanggungjawab moral gue kepada pembaca gue, plus tekanan sosial keluarga gue, dan kepentingan gue sendiri, membuat gue pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari film ini, baik sebagai penulis skenario maupun pemain di dalamnya. So, there. I quit.

Kabar terakhir yang gue tahu dari Maxima, mereka masih akan menjalankan Menculik Miyabi, sutradaranya tetap mas Rako Prijanto (D’Bijis, Ungu Violet), dan penulis skenario-nya, seperti gue terakhir ketemu, adalah Raditya Mangunsong (Kamulah Satu-Satunya, Untuk Rena). Semoga menjawab pertanyaan pembaca, dan teman-teman sekalian.

Always your humble writer,

Raditya Dika

18 Responses

  1. bagus dik, finally lo dengerin suara hati lo juga. gw salut.

  2. siiiiip…dah….
    saLut bR0…

  3. s7 bgt ngapain miyabi datang ksini..gw brumur 25..jujur gw prnah nnton film miyabi skitar 10-30 mnit..gda manfaatnya tu org dtang ke indonesia..sbagian besar masyarakat indonesia gw yakin menolak kdatangan miyabi..ingat moral..selamatkan indonesia..mnurut gw film indonesia yg skrg bredar di bioskop trutama komedi esek2 n hantu ga pnting bgt. gw gag pernah nnton..gw jg kl bisa pengen nabokin tu org yg smpet2nya nntonkaya gituan..kaga mndidik…

  4. Urus Saja Moral dan Akhlakmu, Tidak Usah Urus Miyabi lanjut aj Bro………….

  5. sadar sja sblm tlat… smpat terangsang jga brbuat,. hancur

  6. Sip..dit, gw bangga loe msh py tanggung jawab moral u/ ngebuat generasi mendatang yang notabene adek2 kita smua bt jd generasi yang baik

  7. Joss!

  8. ia radityadika jadi kaya pahlawan

  9. jujur gw salut ama dika, disaat ada kesempatan yang mungkin bagi sebagian orang adalah kesempatan emas, malah tidak dimanfaatkan sebagai kesempatan dalam kesempitan.

  10. salut to radit

  11. good…
    gt donk…
    jgn cm mkirin untung ja tp pkirin jg efek na bwt moral generasi bngsa… :D

  12. Belajar lagi ya dik Raditya Dika
    Langsung main shorcut ke selangkangan atas nama seni itu benar-benar menyedihkan bagi seorang kreator yang tidak percaya diri. Jangan malu-malu Iran saja mengangkat tema perburuhan tapi masih bisa diakui kualitas filmnya di dunia.

  13. [...] Raditya Dika Mengundurkan Diri dari Film Menculik Miyabi « Tolak Miyabi di Indonesia manaotaklo.wordpress.com/2009/10/13/raditya-dika-mengundurkan-diri-dari-film-menculik-miyabi – view page – cached — From the page [...]

  14. radit.. elu bener2 kambing jantan yang bermoral bro..
    keep straight bro..

  15. Kasian ih raditya dika terpaksa harus mengundurkan diri karena lo semua agresif banget dan teman2 terdekat beserta keluarga sepertinya takut lo nge bom dia… hiiiiiiiii…..

    Gue orang agnostic (Well dulu islam sih). Gue objektif jadinya. Disini gue gak terpengaruh sama teori2 islamiah yang mana menurut gue ga seharusnya di apply ke semua orang, tapi ya khusus orang yang beriman dan bertakwa aja (yes, i read your bible, tuhan lo sendiri yang bilang bahwa peraturan2 kalian itu hanyalah untuk org yg beriman dan bertakwa saja. Makanya hampir setiap ayat kata2 pertamanya “Hai orang2 yang beriman” bukan “Hai orang2 Indonesia”).

    Gue setuju di bagian Indonesia moral nya memang sudah bobrok.

    Islam claims kalau mereka itu adil.

    Jadi harus sadar dong kalau di Indonesia itu ada 5 agama, bukan cuma islam doang.

    Which means gak semuanya se heboh kalian larang2 ini-itu.
    Which means gak semuanya se heboh kalian melakukan gerakan2 radikal seperti ngebom sana sini. (Ooooops, tersinggung yah? Maaf deh :( )

    Kalian (Komisi Pencekalan Miyabi whatsoever) bilang; “Karena ada Miyabi, banyak anak kecil yang tidak bisa mengontrol nafsu dan akhirnya melakukan hal2 yang tidak senonoh”

    Mari gue jabarin kata2 lo diatas:
    “Tidak bisa mengontrol nafsu dan melakukan hal2 yang tidak senonoh” = Pelecehan Seksual (atau) (dan) Masturbasi.

    Dan mungkin kalian akan bilang; “Tapi kan gak semuanya punya akses ke YouTube atau video porno yang bisa merangsang nafsu kan? Kalau Miyabi kesini, nanti orang2 yang nonton jadi penasaran dengan Miyabi lalu mencari akses ke YouTube dan tambah banyak lah hal2 tidak senonoh”

    Tema comment gue: MEMANGNYA KALAU MIYABI BATAL KESINI, ADIK2 KITA, DAN SEMUA ORANG DISINI GAK BAKAL NONTON FILM PORNO ATAU BELI MAJALAH PORNO?

    Semuanya gue jelasin deh biar kalian semua mengerti betul tentang antropologhy masyarakat di dekade ini (gak usah repot2 nonton BBC Knowledge buat ngerti, baca aja keterangan dibawah. semoga komentar2 yg gak intelek dan asal ketik will decrease setelah baca ini):

    Menurut Siegmund Freud (pakar filosofi dan psikolog terkenal), pelecehan seksual bisa terjadi karena 3 hal (A, B, dan C):
    A. Sifat dasar
    B. Lingkungan atau melihat contoh dari teman atau bahkan orang tua sendiri

    Yang paling gue mau bahas adalah alasan terakhir pelecehan seksual bisa terjadi:
    C. Nafsu sex terangsang melihat sesuatu tetapi nafsu tersebut tidak bisa disalurkan karena tidak ada pasangan untuk berhubungan intim (baik sex, oral sex, ataupun foreplay).

    Nah. Untuk yang alasan C tadi, gue ada penjelasannya:
    Teori gue dan banyak orang rasional dan tidak terbutakan oleh fanatik berlebihan akan agama (yang mana gue yakin bisa dibuktikan oleh survey apapun dan gue yakin akan keluar hasil dengan margin error 0%.):

    1. Semua anak (terutama laki2) se fanatik islam apapun, se ‘beriman dan bertaqwa’ apapun pasti punya nafsu. Kalau anda berani bantah, berarti anda membantah semua buku2 kedokteran di dunia ini (dari Atlas Anatomi sampai Longman) karena semua buku tersebut dan orang yang punya mata tahu kalau laki2 punya testis dan perempuan punya ginjal and both of those organs memproduksi testosteron therefore mereka pasti punya nafsu.

    2. Karena teori No.1 diatas, semua (by ‘semua’ I mean 100%) anak yang sedang beranjak dewasa (terutama laki2), pasti akan masturbasi.

    Kalian para muslim (ustad terutama) gak usah malu mengakui kalau kalian pernah masturbasi ;) cuman ya cuman semua orang tahu kalau masturbasi itu inevitable kan. It’s normal, it’s science, it’s an act of nature kok.

    CONCLUSION:
    KALAU MIYABI GAK DATENG KESINI PUN, ORANG2 YANG GAK JADI NONTON FILM NYA KARENA DIA BATAL KESINI PUN TETEP AKAN NONTON FILM PORNO, TETEP AKAN BUKA YOUPORN, REDTUBE (UNTUK ORANG KOTA YG PUNYA INTERNET SPEED TINGGI JADI CEPET STREAMING VIDEO NYA) DAN TETEP AKAN BELI VCD PORNO 5 RIBUAN ATAU KALENDER 3 RIBUAN YG ISINYA FOTO2 PORNO.

    JADI GAK NGARUH WOI MIYABI DATENG APA NGGAK.

    Apa kata lo? TIDAK BUTUH BOM UNTUK MENGHANCURKAN INDONESIA????

    SADAR GAK LO YG BIKIN BOM DAN ORANG ITU NGEBOM KARENA APA???? KARENA FANATIK BERLEBIHAN!!!!!!

    COBA DONG OBJEKTIF!

    Gue dari TK sampe SMP sekolah di sekolah islam dijejelin bahasa arab dan ngafalin arti2 surat dari surat2 pendek di juz 30 sampai Yasin segala. TAPI GUE BISA KOK OBJEKTIF.

    Norak lo semua. Pantesan Indonesia gak maju2.
    Orang nya kayak begini semua.

    • Sori ya dari teman2 semua, ga ada yg mau merespon komentar anda jadi mau ga mau saya yang membalas karena melihat usaha anda yang sudah menulis panjang lebar, karena:

      1. Penulis-penulis yang menuangkan aspirasi mereka di blog ini beragama Kristen dan Buddha, tidak ada yang fanatik dan tidak ada yang muslim. Kami hanya orang tua yang tidak ingin anak kami tercemar lebih jauh dengan kedatangan miyabi.

      Komentar anda menyudutkan muslim, kami no comment dan tidak ikut campur karena tidak ada hubungannya dengan mereka. Untuk artikel-artikel yang kami ambil dari blog lain, sudah kami cantumkan direct link ke blog mereka dan kami tidak tahu menahu agama yang mereka anut. Silahkan menyebrang kesana…

      2. Tulisan anda panjang lebar bla bli blu ble blo, tapi gak ada isinya, anda cuma seorang penggemar miyabi yang kecewa pujaannya batal datang.

      Shina wrote:
      “Tema comment gue: MEMANGNYA KALAU MIYABI BATAL KESINI, ADIK2 KITA, DAN SEMUA ORANG DISINI GAK BAKAL NONTON FILM PORNO ATAU BELI MAJALAH PORNO?”

      Kalau anda sudah tau orang-orang disini tanpa kedatangan miyabi pun sudah nonton film porno dan beli majalah porno, buat apa ditambahin yang baru?

      Ibarat anggota keluarga kita yang sudah sakit parah, apakah anda tidak berusaha menyembuhkan? Atau anda yang BIJAK ini akan menambahkan dengan penyakit yang baru?

      Dari sini kami bisa menilai anda belum cukup dewasa.. komentar anda sama seperti anak kecil yang menanyakan “untuk apa mandi? Nanti juga kotor lagi”

      • Makanya hampir setiap ayat kata2 pertamanya “Hai orang2 yang beriman” bukan “Hai orang2 Indonesia”).

        ada juga yang hai manusia. tp bgt lah orang agnostic.

        penganut agnostic adalah semi-atheis, ia tidak percaya sama keberadaan Tuhan, ia baru mau percaya sama Tuhan bila Tuhan itu muncul di depan dia
        penganut atheis yakin (jadi sudah seperti agama) bahwa Tuhan itu tidak ada. Bila Tuhan itu muncul di depan dia, dia juga ga percaya, paling mengira ia lagi sakit mata…

        sma aja sakit nya.kalau orang ga percaya tuhan ya gt.moral bkn segala nya. hatinya kan sudah beku.

        Charles Darwin: “saya dapat mengatakan bahwa saya mungkin agnostik”. Jean P Sartre bilang: “Hari ini kita mengubur Tuhan”. Dostoyesvki bilang: “ada Tuhan atau tidak, tak akan mengubah apapun”. Bertrand Russel: “Kemajuan manusia itu tidak pernah tercapai, manusia hanya mencapai kemudahan, dan itu tidak ada hubungannya Tuhan itu ada atau tidak”.

        mantap kan orang agnostic?

        agnostic adalah sebutan untuk orang yang tidak perduli kepada tuhan (ada atau tidak ada dia tidak perduli)
        agnostic itu tidak bisa membuktikan Tuhan ada, tetapi juga tidak bisa membuktikan Tuhan tidak ada, sehingga mereka tidak perduli, Tuhan ada atau tidak, bukan masalah.

        gimana agnostic peduli orang? tuhan aja mereka ga peduli.

        sebenarnya yang salah bukan Tuhan atau agama, tetapi sikap memandang Tuhan dan sikap beragama.

        jadi kalau lo agnostic, silahkan lo hidup dgn pikiran dan orang2 mu. dikit2 bom, mang nya yag ngebom semua orang fanatik? lagian ngapain lo urusin.agnostic kan ga peduli.jadi ga usah ngurus bom atau orang lain.lo urus error lo sendiri aja.

        Teori gue dan banyak orang rasional dan tidak terbutakan oleh fanatik berlebihan akan agama (yang mana gue yakin bisa dibuktikan oleh survey apapun dan gue yakin akan keluar hasil dengan margin error 0%.):

        tuh contoh nya di atas.teori yang lo anut kan juga di buat orang2 eror macam lo.jadi kalau sudah error ya ga mungkin error.

        Gue dari TK sampe SMP sekolah di sekolah islam dijejelin bahasa arab dan ngafalin arti2 surat dari surat2 pendek di juz 30 sampai Yasin segala. TAPI GUE BISA KOK OBJEKTIF.

        ?????????????? objektif? walau sudah jejel n ngafal?
        ngafal mah kerjaan gampang.kalau menghayati? sori itu bukan buat orang error.
        objektif itu sama hati, pikiran, perkataaan dan perbuatan. tp lo? ojektif kali.ngojek dimana? ngojek fiktif :P

      • tul banget. jangan nambah2 in kerusakan karena sudah banyak yang rusak. jika analogi shina diterapkan di Indonesia, wah bisa rusak negara ini. coba simak:
        pengedar narkoba: emang kalo saya ditangkap, pecandu narkoba jadi ga ada di negara ini. mereka kan bisa beli dari orang lain.
        pejabat: emang kalo saya ga terima suap negara ini jadi kaya. pejabat lain kan bisa terima suap.
        pengusaha: emang kalo saya ga suap pejabat mental pejabat jadi baik, pengusaha lain juga bakalan nyuap.
        dst…dst…dst….
        bayangin, bakalan jadi apa negara ini kalo pola pikir seperti itu dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.